Our Blog

Men-Digitalkan Bonapasogit

Membangun RT-RW-NET, sama saja dengan membangun provider. hanya perbedaannya adalah dari ijin dan perangkat. Sejak dulu kita sudah familiar dengan dial-up, dan saat ini koneksi semacam itu makin berkembang, walapun dengan produk dan kualitas yang berbeda tetap saja menggunakan Account manajemen untuk melakukan perhitungan koneksi.

Setelah munculnya warnet dan hotspot, perburuan program billing system semakin sengit. bahkan banyak yang membuat program dan merapuk keuntungan besar. Konsep billing dan accounting pada Hotspot sederhana dan Warnet cenderung lebih sederhana, karena sifatnya hanya membaca traffic di gateway dengan script programming. akan tetapi untuk membuat perhitungan accoutnting kelas Dial-up, hostpot besar, RT-RW-NET dan Provider, membutuhkan dukungan software yang luar biasa ribet .

Kenapa dibilang ribet ??

Karena hasil programnya aja nich, biasanya harganya untuk featured sederhana saja seharga minimal US$2000, belum lagi yang kompleks.

AAA

Dalam Network Manajemen, AAA berfungsi untuk melakukan Atorisasi pengguna, Authentifikasi Anggota dan Accounting. Sehingga tiga fungsi tersebut dapat dipadukan dalam sebuah aplikasi yang dinamakan RADIUS.

Hampir semua Provider telekomunikasi komersil menggunakan metode ini. Possisinya paling strategis, sehingga saking strategisnya bisa menjadi sangat sensitif bagi pengguna layanan komunikasinya. Sebut saja beberapa waktu yang lalu banyak terjadi keluhan pelanggan Speedy mengenai banyaknya kekurangan - kekuranagan pada perhitungan pengunaan Internet mereka.

Featured yang semakin banyak saat ini menuntut ketelitian dalam pengembangannya, sehingga jangan sampai terjadi lagi ketidak puasan pelanggan gara - gara masalah ketidakakuratan dalam perhitungan penggunaan.

Sesuai dengan namanya, RADIUS (AAA) server dapat bekerja simultan dengan cermat. perhitungan penggunaan yang dapat dilakukan :

Based Traffic :misalnya speedy, GPRS , Dll.
Based Times : Misalnya dial-up, RT-RW-NET, Dll.
Aplikasi Radius

Aplikasi Radius terdiri dari 2 bagian.

Radius Client : biasanya terletak / diinstallkan pada Router atar RAS Modem, fungsinya untuk menghimpun informasi dari semua informasi jaringan yang ada di router tersebut.
Radius Server : Biasanya terletak di NOC sebuah Provider, dapat dilengkapi dengan Database server, agar bisa lebih terstruktur dokumentasinya, dan berisi dari semua Informasi yang dikirimkan oleh radius client.
Hubungan antara radius Client dengan Radius Server dilakukan melalui saluran IP Direct yang di allow oleh Radius Server, serta ditambah Data Secret sebagai Authentifikasinya.

Data yang terkumpul dari Client, pada radius server di bagi menjadi urutan - urutan yang akan diperlukan oleh Administrator jaringan, misalnya : Waktu koneksi, Lama koneksi, Besarnya download, upload, Dan lain - lain. yang semuanya real time dilakukan selama koneksi berjalan lancar.

Banyak sekali Aplikasi Radius, dan bahkan sudah banyak yang sekaligus dimodifikasi dengan Billing Systemnya sekaligus. Akan tetapi untuk Radius Opensource yang Recommended dan sempurna, kita bisa menggunakan Freeradius atau Openradius.

Billing System

Setelah dibangun Radius Server, maka langkah selanutnya adalah membuat Billing system. Billing system dapat dibangun dengan membuat aturan - aturan batasan dari data - data yang sudah terkumpul di radius. Aplikasi Billing System dapat dibangun dengan menggunakan PHP dan databasednya menyatu dengan databased dari radius Server, misalnya menggunakan MYSQL. Aplikasi Apache, PHP, Mysql dapat disatukan dengan Aplikasi Radius Server didalam satu mesin.

Sumber: http://asul.wordpress.com
loading...

SIBOLGA Designed by Templateism | Blogger Templates Copyright © 2014

Theme images by richcano. Powered by Blogger.